seo-on-page-article-cover

SEO On Page: Pengertian dan Cara Optimasi yang Efektif

calendar_add_on_24dp_3C3E73_FILL0_wght400_GRAD0_opsz24
schedule_24dp_3C3E73_FILL0_wght400_GRAD0_opsz24
7–11 minutes

Dalam dunia SEO, kita mengenal istilah SEO on page dan SEO off page. Masing-masing tentu saja memiliki tujuan serta cara penggunaan yang berbeda.

Artikel ini membahas mengenai definisi SEO on page, elemen-elemen pentingnya, serta bagaimana mengoptimasi pada tiap-tiap elemen tersebut agar website Anda memiliki peringkat yang lebih baik di mesin pencari.

Apa itu SEO On Page?

SEO on page adalah teknik optimasi yang dilakukan langsung di dalam halaman website agar lebih mudah dipahami oleh mesin pencari seperti Google. Fokus utamanya mencakup konten, struktur HTML, dan pengalaman pengguna.

Berbeda dengan SEO off page yang mengandalkan faktor eksternal, SEO on page sepenuhnya berada dalam kendali pengelola website.

Optimasi SEO on page membantu mesin pencari memahami topik halaman dengan lebih akurat. Dampaknya, halaman berpeluang muncul di peringkat yang lebih baik pada hasil pencarian.

Selain itu, SEO on page juga meningkatkan pengalaman pengunjung melalui konten yang relevan, terstruktur, dan mudah dibaca.

Elemen-Elemen Penting pada SEO On Page

SEO on page memiliki setidaknya 7 elemen-elemen yang bisa kita optimasi, diantaranya adalah :

  1. Kata kunci (biasanya lebih sering disebutkan dalam bahasa Inggris : keywords)
  2. Heading
  3. Konten
  4. URL / slug
  5. Tautan judul dan snippet (Meta title & meta description)
  6. Tautan internal (internal links)
  7. Gambar

Dengan melakukan optimasi pada masing-masing elemen tersebut, website Anda akan berkesempatan untuk memiliki peringkat lebih tinggi di mesin pencari.

Optimasi pada Elemen-Elemen SEO On Page

Optimasi pada tiap-tiap elemen SEO on page tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Jika dilakukan secara asal-asalan, konten tidak akan ditampilkan secara maksimal di mesin pencari dan hanya membuang-buang waktu dan tenaga.

Optimasi ini akan mengacu pada dokumen SEO Starter Guide dari Google, sehingga langkah-langkahnya bisa dipertanggungjawabkan dan dipercaya.

1. Kata Kunci

Pada dokumen SEO Starter Guide dari Google, istilah kata kunci disebut juga sebagai search terms. Kata kunci merupakan elemen yang paling penting dalam SEO on page karena pada prakteknya elemen ini perlu ditempatkan hampir di seluruh elemen lain.

Pencarian kata kunci bisa dilakukan salah satunya dengan menggunakan Keyword Planner dari Google Ads.

google-ads-keyword-planner
Tampilan Keyword Planner pada Google Ads

Untuk website yang baru dibangun, ada beberapa tips agar website tersebut bisa bersaing di kata kunci yang ditargetkan, diantaranya :

  • Relevan dengan website
  • Targetkan kata kunci yang cukup panjang
  • Kata kunci memiliki jumlah pencarian yang cukup tinggi (mencapai 1k pencarian dalam sebulan)
  • Kata kunci memiliki persaingan rendah

Berikut adalah contoh kata kunci yang memiliki empat kriteria di atas :

contoh-pencarian-kata-kunci-pada-google-keyword-planner
Contoh pencarian kata kunci pada Google Keyword Planner

Kata kunci “merek sepatu bagus” memiliki rataan pencarian bulanan sebesar 100-1k dengan kompetisi yang rendah. Kata kunci ini cocok untuk konten website Anda jika bisnis Anda bergerak di bidang fashion.

Nantinya dalam sebuah konten, kata kunci tidak boleh digunakan secara berlebihan karena dapat berdampak negatif pada kualitas konten tersebut.

Kata kunci juga perlu terbaca dan terasa natural dengan kalimat-kalimat maupun kata-kata yang tersambung dengannya.

2. Heading

Heading disini berarti judul, subjudul, dan seterusnya. Elemen ini berperan layaknya poin-poin utama pada sebuah konten. Penggunaan kata kunci pada heading akan membantu pembaca untuk memahami konteks dari konten tersebut.

Jika website Anda menggunakan WordPress, biasanya plugin SEO akan menyarankan untuk menyelipkan kata kunci pada Heading 1 hingga Heading 3.

Mengenai urutan penempatan Heading, dokumen SEO Starter Guide dari Google tidak begitu mempermasalahkan urutannya. Meskipun begitu, Google secara eksplisit menyebutkan bahwa memiliki urutan Heading yang baik akan memberikan pengalaman yang fantastis bagi pembaca.

Google juga tidak menyebutkan berapa jumlah heading ideal yang diperlukan sebuah konten. Gunakan sewajarnya saja.

3. Konten Halaman

Pembuatan konten halaman dapat dilakukan setelah Anda menentukan poin-poin yang ingin ditulis. Ada beberapa tips dari dokumen SEO Starter Guide untuk membuat konten halaman yang menarik dan berguna bagi pembaca :

  • Teks mudah terbaca dan tersusun rapi : pastikan bahwa teks memiliki kontras yang baik dengan warna background. Selain itu, untuk konten yang relatif panjang, Anda dapat membaginya ke dalam heading-heading agar pembaca lebih mudah memahami konteksnya.
  • Konten yang unik : pastikan untuk memiliki keunikan pada konten Anda. Ingatlah bahwa Anda sedang bersaing dengan konten-konten lain pada kata kunci yang sama.
  • Topik tidak usang : pastikan bahwa konten Anda sudah memiliki informasi terkini. Jika belum, Anda selalu bisa melakukan update pada konten website tersebut.
  • Dapat diandalkan dan dipercaya : Anda dapat mencantumkan sumber-sumber terpercaya agar konten Anda menjadi lebih dipercaya juga oleh pembaca.

Satu hal yang menantang pada elemen ini adalah menyeimbangkan antara keperluan SEO dengan kenyamanan pembaca.

Penulis perlu pintar-pintar bagaimana agar kata kunci tidak terkesan berulang-ulang sehingga membuat bosen pembaca. Namun di sisi lain tetap memenuhi kaidah SEO yang baik.

4. Tautan Judul dan Snippet

Tautan judul sering disebut dengan meta title, sedangkan snippet umumnya disebut dengan meta description.

Meta title dan meta description adalah kalimat yang muncul pada mesin pencari.

Gambar berikut adalah contoh dari meta title dan meta description ketika tampil di mesin pencari :

meta-title-dan-meta-description-dalam-seo-on-page
Contoh tampilan meta title dan meta description pada mesin pencari

Bagian atas berwarna biru dengan tulisan yang lebih besar merupakan meta title, sedangkan bagian bawah dengan tulisan hitam adalah meta descriptionnya.

Berikut adalah praktik terbaik penulisan meta title berdasarkan dokumen SEO Starter Guide dari Google :

  • Deskriptif dan ringkas : hindari penggunaan kata-kata yang ambigu seperti “Home” maupun “Profile” untuk meta title. Pastikan juga bahwa meta title tidak terlalu panjang karena mesin pencari akan otomatis memotong judul menyesuaikan lebar dari perangkat yang digunakan pembaca.
  • Hindari penggunaan kata kunci yang berulang-ulang : dalam satu konten, tidak disarankan untuk menggunakan kata kunci secara berulang-ulang. Judul seperti “Foobar, foo bar, foobars, foo bars” terlihat tidak menarik bagi pembaca dan beresiko terbaca sebagai spam oleh mesin pencari.
  • Unik : antara satu konten dengan konten lain di website yang sama sebaiknya memiliki meta title yang berbeda. Memiliki meta title yang sama antara satu konten dengan konten lain di website yang sama akan menimbulkan kebingungan bagi pembaca dan mesin pencari.
  • Gunakan bahasa yang sesuai : jika halaman tersebut menggunakan bahasa Inggris, maka meta title juga perlu menggunakan bahasa Inggris. Mesin pencari akan berusaha mencocokkan meta title dengan bahasa dari konten terkait.

Berikut adalah contoh dari meta title yang baik :

<title>ExampleSocialSite, a place for people to meet and mingle</title>

atau

<title>ExampleSocialSite: Sign up for a new account.</title>

Sedangkan untuk penulisan meta description, berikut adalah praktik terbaiknya :

  • Unik : sama seperti meta title, meta description juga harus berbeda antara satu konten dengan konten lain di website yang sama.
  • Relevan dengan konten : perlakukan meta description layaknya ringkasan dari konten yang Anda buat. Ringkasan tersebut tentunya perlu menarik pembaca agar mau klik konten Anda dibandingkan dengan konten lainnya di kata kunci yang sama.
  • Tidak menggunakan list kata kunci: penggunaan list kata kunci akan mengganggu pengalaman pembaca. Meta description perlu menggunakan kata kunci, namun yang ditampilkan bukan list kata kunci yang diincar.

Berikut adalah contoh dari meta description yang baik :

<meta name="description" content="Get everything you need to sew your next garment. Open Monday-Friday 8-5pm, located in the Fashion District.">

atau

<meta name="description" content="Self-sharpening mechanical pencil that autocorrects your penmanship. Includes 2B auto-replenishing lead. Available in both Vintage Pink and Schoolbus Yellow. Order 50+ pencils, get free shipping.">

Sedangkan berikut adalah contoh dari meta description yang buruk :

<meta name="description" content="Sewing supplies, yarn, colored pencils, sewing machines, threads, bobbins, needles">

atau

<meta name="description" content="Mechanical pencil">

5. Slug (URL pada SEO On Page)

Slug merupakan URL yang biasa dikelola pada SEO on page dan umumnya menampung kata kunci yang ditargetkan. Nantinya bagian dari slug ini akan ditampilkan menjadi sebuah breadcrumb di mesin pencari.

Pada dokumen dokumen SEO Starter Guide dari Google, disebutkan bahwa penggunaan URL perlu deskriptif karena secara otomatis Google mempelajari isi konten dari breadcrumb.

Ilustrasi-slug-dan-breadcrumb-yang-tampil-di-mesin-pencari.
Ilustrasi slug dan breadcrumb yang tampil di mesin pencari. Sumber : dokumen Google SEO Starter Guide

Berikut adalah contoh dari URL yang baik bagi pembaca maupun mesin pencari :

https://www.example.com/pets/cats.html

Sedangkan berikut adalah contoh url yang kurang baik :

https://www.example.com/2/6772756D707920636174

6. Tautan Internal (Internal Links)

Tautan internal atau yang biasa disebut dengan internal links merupakan tautan yang menghubungkan antara halaman satu dengan halaman lainnya. Tautan ini berfungsi untuk menambah pengalaman pengguna menjadi lebih baik dan berselancar lebih lama di website.

Perlu diingat tautan internal sebaiknya memiliki relevansi dengan topik yang ditulis, dan halaman yang mendapatkan tautan internal dari halaman lain akan cenderung lebih mudah dideteksi oleh mesin pencari.

Ada beberapa tips dari dokumen SEO Starter Guide dari Google dalam penyertaan tautan internal, diantaranya :

  • Deskriptif : penggunaan teks untuk tautan internal tidak terlalu general seperti “Pelajari Lebih Lanjut”, dan sebagainya.
  • Ringkas : teks pada tautan internal dapat dibaca secara natural dan tidak boleh terlalu panjang.
  • Tidak saling berdekatan : jika ingin memasukkan beberapa tautan internal pada satu paragraf, pastikan kata-kata sebelum maupun setelah internal link memiliki korelasi dengan link tersebut. Jangan mendekatkan tautan internal satu bersebelahan persis dengan tautan internal lainnya.

Berikut adalah contoh tautan internal yang baik :

For a full list of cheese available for purchase, see the <a href="https://example.com">list of cheese types</a>.

atau

Starting next Tuesday, the <a href="https://example.com">Knitted Cow invites local residents of Wisconsin</a> to their grand re-opening by also offering complimentary cow-shaped ice sculptures to the first 20 customers.

Sedangkan berikut adalah contoh tautan internal yang buruk :

We have an <a href="https://example.com">article</a> that provides more background on how the cheese is made.

atau

Starting next Tuesday, the <a href="https://example.com">Knitted Cow invites local residents of Wisconsin to their grand re-opening by also offering complimentary cow-shaped ice sculptures</a> to the first 20 customers.

7. Gambar

Gambar dapat meningkatkan ketertarikan pembaca terhadap konten di website. Gambar pada sebuah konten dapat dioptimasi dengan cara memastikan bahwa gambar tersebut berkualitas tinggi, relevan, dan memiliki alt text.

Namun, meski yang diperlukan adalah gambar yang berkualitas tinggi, gambar tersebut tetap perlu dikompres ukurannya. Memastikan bahwa gambar memiliki ukuran yang tepat dan mengkonversikannya menjadi format webP bisa menjadi solusi.

Selain itu, taruh gambar pada teks yang relevan dengan gambar tersebut. Teks tersebut nantinya akan memberitahu mesin pencari mengenai gambar yang bersangkutan.

Alt text juga perlu disesuaikan dengan kata kunci yang ditargetkan. Alt text dari gambar jangan dibiarkan kosong.

Berikut adalah contoh alt text yang baik :

<img src="puppy.jpg" alt="Dalmatian puppy playing fetch"/>

Sedangkan berikut adalah contoh alt text yang buruk :

<img src="puppy.jpg"/>

atau

<img src="puppy.jpg" alt="puppy dog baby dog pup pups puppies doggies pups litter puppies dog retriever labrador wolfhound setter pointer puppy jack russell terrier puppies dog food cheap dogfood puppy food"/>

Pastikan SEO On Page di Website Anda Teroptimasi

SEO on page adalah fondasi utama dalam strategi optimasi SEO pada sebuah website.

Dengan pengelolaan kata kunci yang tepat, konten berkualitas, dan struktur halaman yang baik, peluang untuk mendapatkan peringkat tinggi di mesin pencari akan semakin besar.

Sebagai sebuah agensi pengembangan website berbasis wordpress, VRDA tentu akan membantu Anda mengembangkan website yang teroptimasi secara SEO on page.

Kami menggunakan tools/plugins berkualitas untuk menunjang website Anda memiliki peringkat yang lebih tinggi di mesin pencari.

Kami percaya bahwa dengan optimasi SEO on page yang konsisten tidak hanya akan membantu trafik organik, tetapi juga meningkatkan kredibilitas website secara jangka panjang.

Konten Terkait

idcloudhost-x-programmer-semarang-optimasi-deployment-dan-automation-project-dengan-cloud-vps-featured-image
date-icon

IDCloudHost x Programmer Semarang : Optimasi Deployment dan Automation Project dengan Cloud VPS

Simak dan dapatkan insight dari rangkuman acara IDCloudHost x Programmer Semarang : Optimasi Deployment dan Automation Project dengan Cloud VPS.

Read Article
meetup-wpsemarang-23-wordpress-untuk-digital-marketing-agensi-website-dan-seo-featured-image
date-icon

Meetup WPSemarang #23: WordPress untuk Digital Marketing, Agensi Website, dan SEO

Ikuti rangkuman meetup WPSemarang #23 yang membahas peran WordPress dalam digital marketing, agensi website, hingga SEO. Temukan insight menarik di sini!

Read Article
domain-vs-hosting-apa-bedanya-dan-mana-yang-harus-dipilih-featured-image
date-icon

Domain vs Hosting: Apa Bedanya dan Mana yang Harus Dipilih?

Domain vs Hosting: Apa bedanya & mana yang lebih penting? Pelajari di VRDA apa itu web hosting, fungsinya, pertimbangan serta tips agar tidak salah pilih.

Read Article