Seperti membangun rumah, mengembangkan website butuh perencanaan matang agar hasilnya sesuai ekspektasi.
Hal tersebut berlaku untuk Anda yang membuat situs baru dari nol maupun memperbarui yang sudah ada.
Dengan begitu banyaknya panduan membuat website di internet, tidak heran jika Anda merasa kewalahan.
Namun Anda tidak perlu khawatir.
Di artikel ini, VRDA akan memandu Anda dengan langkah-langkah membuat website yang tepat, dan memastikan semua unsur pentingnya terpenuhi.
Langkah-Langkah Membuat Website: 15 Poin Penting
1. Riset Pengguna, Pasar, dan Kompetitor
Dengan mengumpulkan dan menganalisis data tentang calon pengguna produk Anda, anda dapat memahami masalah, kebutuhan, serta ekspektasi mereka.
Anda dapat menggunakan data kuantitatif dan kualitatif untuk memahami masalah pengguna serta menyesuaikan desain sejak tahap awal.
Sementara itu untuk melakukan riset pasar dan kompetitor, Anda dapat memanfaatkan mesin pencari, media sosial, dan direktori industri untuk menemukan bisnis sejenis.
Kemudian melalui platform-platform tersebut, Anda dapat memperhatikan desain, konten, layanan atau produk, serta strategi yang mereka terapkan.
Anda juga bisa menggunakan tools SEO seperti Semrush atau Ahrefs untuk mengetahui kata kunci yang mereka targetkan serta profil backlink yang mereka miliki.
Terakhir, ikuti perkembangan tren industri dengan membaca blog industri, berlangganan newsletter, dan aktif bergabung dalam forum atau komunitas yang relevan.
2. Menentukan Tujuan Dibuatnya Website
Menentukan tujuan yang jelas akan membantu Anda mengarahkan pengembangan website dan menjadi acuan dalam mengukur keberhasilan.
Apakah anda membuat website untuk branding, lead generation, penjualan, atau edukasi?
Tujuan akan mempengaruhi struktur halaman, gaya konten, hingga fitur yang dibutuhkan.
3. Pemilihan Domain & Hosting (Langkah-Langkah Membuat Website Paling Krusial)
Secara sederhana, perbedaan domain dan hosting terletak pada fungsinya.
Domain adalah nama website yang muncul di browser ketika Anda mengunjungi website terkait.
Sedangkan hosting adalah tempat dimana website tersebut disimpan.
Pemilihan domain dan hosting juga berguna untuk memastikan kinerja optimal, keamanan terjaga, dan pengelolaan website yang mudah.
4. Pengaturan Sertifikat SSL
Setelah menentukan domain dan hosting untuk website Anda, hal selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah menginstal sertifikat SSL.
Sertifikat SSL adalah sertifikat keamanan digital yang mengenkripsi data antara browser pengguna dan server website, memastikan informasi tetap aman dari peretasan.
Biasanya pada penyedia hosting modern, Sertifikat SSL sudah diberikan secara gratis.
Sehingga Anda tidak perlu repot-repot lagi dalam pengaturannya.
Website dengan SSL ditandai URL “https://” dan ikon gembok, meningkatkan kepercayaan pengunjung serta peringkat SEO di Google.
5. Rancang Tata Letak & Elemen Desain
Desain layout dan tampilan website perlu dirancang dengan mempertimbangkan pengalaman pengguna.
Tentukan logo, tipografi, dan palet warna yang konsisten untuk mencerminkan identitas merek secara jelas.
Pastikan tone, gaya visual, dan pesan yang disampaikan selaras, serta hindari penggunaan branding ganda yang dapat membingungkan pengguna.
Siapkan aset visual seperti foto, ilustrasi, dan ikon berkualitas tinggi, dan jangan sepenuhnya bergantung pada stok gambar agar tampilan website tetap unik dan autentik.
6. Halaman penting website
Pastikan Anda sudah menyiapkan halaman-halaman penting seperti homepage, about, contact, layanan atau produk, serta blog.
Setiap halaman harus memiliki fungsi yang jelas, konten yang terstruktur, dan ajakan bertindak (CTA) yang mendorong pengunjung melakukan langkah berikutnya.
Sebelum mulai membuat halaman penting website, pastikan Anda memahami Website Harus Berisi Apa? 7 Konten Wajib agar Menarik & Profesional yang sudah VRDA bahas sebelumnya.
7. Optimalkan Gambar & Konten (Copywriting)
Gunakan gambar yang merepresentasikan brand dan pesan yang ingin Anda sampaikan.
Teks pun perlu disesuaikan agar selaras dengan gaya komunikasi dan tujuan brand kamu.
Mengoptimalkan gambar dan teks di website penting untuk mempercepat loading, meningkatkan pengalaman pengguna, dan membantu peringkat SEO.
Kompres gambar agar lebih ringan tanpa mengurangi kualitas, gunakan alt text yang mendeskripsikan gambar secara akurat, dan susun teks agar mudah dibaca, misalnya dengan paragraf pendek dan heading yang jelas.
Ini membuat konten lebih ramah mesin pencari dan pengunjung.
8. Integrasi Analytics & Alat SEO (Plugin & Tools)
Alat analitik membantu Anda memahami perilaku pengunjung.
Sementara SEO tools membantu meningkatkan visibilitas website di mesin pencari.
Gunakan alat SEO tools seperti SEOPress atau Rank Math di WordPress untuk memandu optimasi konten sesuai SEO.
Hubungkan juga Google Search Console agar kamu bisa memantau performa SEO, indexing, dan keyword pencarian.
Ini penting agar website tampil optimal di hasil pencarian dan bisa terus dianalisis untuk ditingkatkan.
9. Uji Formulir & Elemen Interaktif
Pastikan semua formulir, tombol, dan menu di website berfungsi dengan baik di berbagai perangkat dengan melakukan uji coba pengiriman formulir, mengecek tombol dan dropdown pada berbagai ukuran layar, serta menambahkan pesan error yang jelas jika terjadi kesalahan input.
10. Uji Tampilan Mobile (Mobile Friendly)
Pastikan tampilan website responsif di berbagai ukuran layar untuk mengakomodasi pengguna secara keseluruhan.
Gunakan mobile editor, preview tools, dan uji langsung di beberapa perangkat untuk memastikan pengalaman pengguna tetap optimal.
Hindari elemen seperti pop-up yang sulit ditutup di layar kecil.
Desain Website responsif dan Mobile Friendly bukan sekadar agar terlihat bagus di HP, tapi juga harus cepat, dan mudah digunakan.
11. Atur Struktur URL (Permalink)
Gunakan format URL yang konsisten, seperti: namasitus.com/tentang-kami.
Contoh tersebut mudah dibaca dan mencerminkan isi halaman.
Anda juga harus menghindari angka acak dan karakter aneh.
Struktur permalink yang baik membuat pengguna lebih mudah menavigasi dan membantu SEO mengenali konten dengan lebih jelas.
12. Buat File Robots.txt
File ini memberi tahu mesin pencari halaman mana yang boleh dan tidak boleh diindeks.
Misalnya, kamu bisa blokir akses ke /admin agar bagian backend tidak muncul di Google.
Gunakan Google Search Console untuk menguji apakah file ini sudah dikonfigurasi dengan benar.
13. Pastikan kepatuhan hukum
Mematuhi hukum, termasuk perlindungan data dan aksesibilitas, sangat penting untuk membangun kepercayaan sekaligus menghindari risiko hukum.
Kalau website kamu tidak memakai cookie, tapi tetap mengumpulkan data (misalnya lewat form kontak, newsletter signup, atau analitik tanpa cookie seperti server log atau privacy-friendly analytics), kamu tetap wajib memberi tahu pengunjung di kebijakan privasi.
Website kamu juga harus mengikuti panduan aksesibilitas seperti WCAG agar situs dapat diakses oleh semua orang, termasuk penyandang disabilitas.
14. User Testing sebelum Launch
Lakukan uji coba situs dengan pengguna nyata untuk menemukan bug, masalah UX, atau area yang membingungkan sebelum peluncuran resmi.
Ingat, desain web bukan hanya soal estetika, tetapi juga fungsi, pengalaman pengguna, dan kepatuhan hukum.
Gunakan checklist ini untuk memastikan semua aspek penting telah terpenuhi sebelum website Anda Launching!
15. Buat akun Media Sosial dan Bangun Branding Anda!
Sebelum website diluncurkan, manfaatkan media sosial untuk membangun antusiasme dan menarik traffic sejak hari pertama.
Misalnya dengan membuat akun di platform yang sesuai dengan target audiens, Instagram untuk bisnis berbasis visual, LinkedIn untuk B2B, atau TikTok untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Posting konten teaser, countdown, dan behind the scenes untuk menciptakan rasa penasaran. Libatkan audiens melalui kuis, polling, atau giveaway agar mereka terhubung dan siap mengunjungi website Anda ketika Launching.
Itulah langkah-langkah membuat website profesional yang bisa Anda ikuti.
Siap membangun website untuk bisnis yang lebih kredibel dan terlihat pro?

