Sabtu, 27 Juni 2026, VRDA berkesempatan mengikuti Meetup WPSemarang #24 yang mengangkat tema “Penggunaan AI (Artificial Intelligence) untuk Pengembangan WordPress.” Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan, topik ini terasa sangat relevan bagi siapa saja yang berkecimpung di dunia WordPress, baik sebagai developer, content creator, maupun pemilik website.

AI Mulai Menjadi Bagian dari WordPress
Pada meetup kali ini, diskusi dimulai dengan pembahasan mengenai integrasi AI pada update WordPress terbaru, WordPress 7.0. Update ini memungkinkan pengguna untuk menghubungkan website WordPress mereka dengan penyedia layanan AI menggunakan API key. Setelah terhubung, berbagai proses yang sebelumnya dilakukan secara manual dapat dibantu oleh AI, seperti menghasilkan judul artikel, membuat excerpt, memberikan rekomendasi taxonomy seperti kategori dan tag, hingga menyusun ringkasan konten.
Integrasi dengan WordPress menjadi salah satu sinyal bahwa AI perlahan bergeser dari sekadar tool tambahan menjadi bagian dari pengalaman pengguna. Kehadiran AI secara langsung dapat membantu menyederhanakan beberapa pekerjaan, serta ke depannya bukan tidak mungkin akan membantu pekerjaan yang lebih kompleks dan krusial.
AI sebagai “Karyawan” dalam Sebuah Bisnis
Pembahasan selanjutnya adalah tentang AI yang kini tidak lagi diposisikan hanya sebagai assistant, melainkan juga sebagai Agent yang dapat bekerja layaknya seorang karyawan di dalam bisnis. Beberapa AI Agent yang dibahas pada meetup kali ini adalah Hermes dan OpenClaw. Berbeda dengan chatbot yang hanya merespons pertanyaan, AI Agent dapat diberikan sebuah tujuan atau tugas untuk diselesaikan secara lebih mandiri. Dalam konteks pengembangan website, AI dapat membantu mencari bug, melakukan refactor kode, membuat dokumentasi, menyusun test case, hingga mengembangkan fitur tertentu sesuai kebutuhan.

Perkembangan AI Berjalan Lebih Cepat dari yang Kita Bayangkan
Pembahasan menarik lainnya pada meetup kali ini adalah betapa cepatnya perkembangan teknologi AI. Rasanya, setiap beberapa hari selalu ada model baru, AI agent baru, protokol baru, hingga berbagai workflow yang terus bermunculan.
Bagi orang yang tidak mengikuti perkembangan AI secara rutin, laju inovasi ini tentu bisa terasa membingungkan. Bahkan, mungkin ada yang baru mulai terbiasa menggunakan ChatGPT, tetapi di sisi lain sudah muncul berbagai solusi baru seperti Claude, Deepseek, OpenClaw, Hermes, dan lain-lain.
Pada akhirnya, penggunaan AI sebaiknya berangkat dari kebutuhan, bukan sekadar mengikuti tren. Ketika kita memahami masalah yang ingin diselesaikan, akan lebih mudah menentukan AI mana yang benar-benar dapat membantu pekerjaan kita.
Di tengah pesatnya perkembangan AI, bukan siapa yang mencoba paling banyak tools yang akan memperoleh manfaat terbesar, melainkan siapa yang mampu memilih dan memanfaatkan tools yang paling sesuai dengan kebutuhannya.
Kesimpulan
Perkembangan AI di dunia bergerak sangat cepat. Hampir setiap hari muncul model, tools, dan pendekatan baru yang menawarkan kemampuan berbeda-beda. Karena itu, kita tidak harus mempelajari atau mencoba semuanya. Yang lebih penting adalah memahami kebutuhan yang kita hadapi, kemudian memilih solusi yang benar-benar dapat membantu menyelesaikan pekerjaan tersebut.
