Dalam ekosistem WordPress, plugin bukanlah suatu hal yang asing. Jika Anda pernah membaca artikel atau menonton video mengenai WordPress, penulis atau kreator tersebut mungkin seringkali menyebut istilah plugin. Di artikel ini, kita akan membahas mengenai definisi, contoh, dan instalasi plugin ke dalam website WordPress.
Apa itu Plugin WordPress?
Plugin WordPress adalah sebuah alat tambahan yang berfungsi untuk menambahkan fungsionalitas tertentu ke dalam website WordPress. Alat ini tidak serta merta tersedia di dalam website WordPress, melainkan jika kita membutuhkannya, kita bisa menginstal alat tersebut dari perpustakaan plugin.
Jenis-Jenis Plugin WordPress Beserta Contohnya
Pada repositori WordPress, terdapat puluhan ribu plugin yang dapat kita gunakan untuk menambah fungsionalitas website. Disini, kita akan membagi ke dalam beberapa jenis plugin yang umum digunakan menurut versi VRDA.
Plugin Page Builder
Plugin page builder merupakan plugin yang digunakan untuk membuat halaman di website WordPress. Meskipun WordPress sudah memiliki page builder bawaan yakni Gutenberg, namun biasanya pengguna menginginkan page builder tambahan untuk mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan tambahan.
Salah satu contoh plugin page builder yang cukup sering VRDA gunakan adalah Avada.
Plugin Block
Plugin block juga berfungsi untuk mempercantik halaman WordPress, mirip dengan plugin page builder. Bedanya, plugin block menggunakan Gutenberg sebagai page builder, tidak berdiri sendiri. Pengguna akan diberikan lebih banyak pilihan block untuk mengakomodasi kebutuhan-kebutuhannya dalam mengembangkan halaman website.
Salah satu contoh plugin block yang sering VRDA gunakan adalah Kadence.
Plugin SEO
Plugin SEO berguna untuk mempermudah pengguna dalam mengelola SEO di sebuah website WordPress. Menurut VRDA, plugin SEO adalah plugin yang wajib ada di setiap website WordPress karena manfaatnya sangat besar dan fungsionalitasnya sulit untuk ditiru/dibuat sendiri secara custom.
Contoh plugin SEO yang sering VRDA gunakan adalah Google Search Console dan SEOPress.

Plugin Keamanan
Plugin keamanan berfungsi untuk memberikan proteksi pada website WordPress Anda. Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh plugin keamanan antara lain memblokir IP yang mencurigakan hingga mengganti link halaman login website WordPress Anda.
Salah satu contoh plugin keamanan yang sering VRDA gunakan adalah WordFence.
Plugin Lainnya
Seperti yang kita ketahui, ada puluhan ribu plugin di repositori WordPress. Tentu jenis-jenis plugin tidak terbatas hanya pada yang sudah VRDA sebutkan di atas. Masih ada plugin animasi/transisi, form, email, dsb yang tidak bisa VRDA sebutkan semuanya di dalam artikel ini.
Cara Menginstal Plugin WordPress
Pada dasarnya, instalasi plugin ke dalam website WordPress cukup mudah. Berikut adalah langkah-langkahnya :
1. Kunjungi Bagian Plugin -> Add Plugin
Pastikan Anda sudah masuk ke Dashboard website WordPress. Setelah itu pilih menu Plugin -> Add Plugin

2. Lakukan Pencarian Plugin
Setelah memasuki halaman Add Plugin, Anda dapat melakukan pencarian plugin yang Anda inginkan melalui kotak pencarian di sebelah kanan atas. Anda dapat mencarinya berdasarkan apapun, seperti nama plugin hingga fungsinya. Anda juga dapat menyeleksi plugin berdasarkan popularitas dan rekomendasi dari WordPress.

3. Instal dan Aktifkan Plugin
Klik Install pada plugin yang ingin Anda tambahkan di website Anda. Tunggu beberapa saat hingga muncul tombol Activate. Klik tombol tersebut maka plugin akan terpasang di website Anda.

Rumor : Plugin WordPress Menyebabkan Website Terkena Hack?
Kita mungkin pernah mendengar kabar mengenai plugin-plugin yang menyebabkan sebuah website terkena hack. Menurut VRDA, pernyataan tersebut tidak seharusnya ditelan mentah-mentah karena banyak faktor yang mempengaruhi. Sebagai pengguna, kita bisa melakukan hal-hal berikut untuk mencegah munculnya celah keamanan melalui plugin WordPress :
- Instal plugin dari developer terpercaya
Menginstal plugin yang dikembangkan oleh Google tentu relatif lebih aman dibandingkan dengan plugin yang dikembangkan oleh developer individu yang masih baru. - Lakukan update secara rutin
Kunci dari keamanan sebuah website WordPress adalah selalu dipantau. Praktik terbaik dari update plugin adalah dengan cara melakukan update pada website staging Anda terlebih dahulu sebelum melakukan update di website produksi. Hal ini untuk mengantisipasi apabila adanya bug maupun ketidaksesuaian lain setelah dilakukan update. Anda sebenarnya juga bisa mengatur agar plugin secara otomatis melakukan update, namun hal ini tentu tidak direkomendasikan karena apabila terjadi bug, trackingnya akan lebih sulit dibandingkan dengan update manual. - Uninstal dan hapus plugin yang tidak digunakan
Selain menutup celah keamanan, menguninstal dan menghapus plugin yang sudah tidak digunakan dapat memperbaiki performa website. Sangat direkomendasikan juga untuk tidak menggunakan plugin terlalu banyak dengan jenis yang sama.
Kesimpulan
Plugin WordPress adalah sebuah alat tambahan yang berfungsi untuk menambahkan fungsionalitas tertentu ke dalam website WordPress. Terdapat puluhan ribu plugin di repositori WordPress, namun pada umumnya plugin yang digunakan oleh website adalah plugin page builder, plugin block, plugin SEO, dan plugin keamanan. Tiap-tiap plugin harus diinstal ke dalam website sebelum bisa digunakan. Kemudian setelah digunakan, plugin tetap perlu dipantau dan diupdate untuk menjaga dari celah keamanan. Semoga membantu!





